Selasa, 02 September 2014

Cashing Your Dream

Never stop when you talk about your dream..
Never give up when you chase your dream..

Cause you never know how that dream will come true...


Jumat, 17 Mei 2013

Rabu, 08 Mei 2013

Kamis, 25 April 2013

Passion is...

“You’ve got to find what you love. And that is as true for your work as it is for your lovers. Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it. And, like any great relationship, it just gets better and better as the years roll on. So keep looking until you find it. Don’t settle.” (Steve Jobs, 2005)


Senin, 22 April 2013

Kamis, 15 November 2012

Impossibe is Nothing!!!


True story.
My tagline.
Could be yours too

Kamis, 08 November 2012

9 Novembre 2012

Buon Compleanno
Alessandro Del Piero!
Il Grande Capitano!
Ce Solo Un Capitano!

auguri Ale!
9 Novembre 2012...
38 years old today..
19 years with and for Juventus FC and Juventini..half of his life..

Always proud of you, Capitano..
Grazie mille..

Sabtu, 03 November 2012

Merah Putih di Kandang Setan Merah

Dengan bangga, saya ingin menunjukkan salah satu prestasi saya di dunia suporter sepakbola...
Apakah itu??
.....
....
...
..
..
..
.
.
.

Taraaaa!

Merah Putih di depan Trinity United
Hasil minta tolong foto sama steward-nya MU nih..

Berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Stadion Setan Merah Manchester United!! :)

Ritual foto seperti di atas biasanya dilakukan di atas puncak gunung yang telah berhasil didaki.
Kami memang berhasil mendaki, mendaki rintangan-rintangan...untuk mengunjungi puncak "Theater of Dream". Hehehe...
Bendera Merah Putih saya bawa sendiri dari rumah, khusus untuk pose di Old Trafford.

Memang Manchester United bukan klub sepakbola favorit saya, tapi tetap saja merupakan kebanggaan mengibarkan bendera negara di stadion salah satu klub terbesar di dunia ini.
Semoga secepatnya bisa mengibarkan Merah Putih di Juventus Stadium juga! Amin..

Apakah saya dan Chermi adalah yang pertama mengibarkan Merah Putih di depan Old Trafford?
Mungkin.
Hahaha..
Dan mungkin juga saya adalah orang pertama yang memakai baju timnas Indonesia untuk menonton MU di Old Trafford. :p


kompak merah-merah sama David Beckham ;)



Selasa, 23 Oktober 2012

The Eye of London



London Eye.

Apa yang akan kamu lakukan jika berkunjung ke London dan berhadapan dengan roda pengamatan terbesar di dunia ini? Apakah kamu akan melihat London Eye dari kota London atau melihat kota London dari London Eye? Atau dua-duanya? Silakan memilih. Karena apa pun jawabannya, kota London dan "mata besar"-nya akan membuat kamu terkesan.

Sabtu, 20 Oktober 2012

call me Epie Juve. JUVE


Salam olahraga!! Hehe..

Mumpung masih hangat aroma unbe47en Juventus yang tadi subuh berhasil mengalahkan Napoli (baca: tim tarkam FC) 2-0, saya mau berbagi sedikit cerita mengenai asal usul kecintaan saya pada sepakbola dan Juventus F.C. 
Silakan disimak..

Saya suka sepakbola sejak tahun 1998 (saya kelas 4 SD). Waktu itu sedang ramai Piala Dunia Perancis 1998, di mana Zidane menjadi bintangnya. 

  


Awalnya hanya iseng-iseng menemani ayah dan saudara-saudara saya menonton, tapi malah jadi kecanduan. Yup. Melihat permainan tim Perancis pada umumnya, dan Zidane pada khususnya, saya langsung "love at first sight" #ciyee. 
Aksi Zidane lah yang membuat saya mulai menyukai sepakbola. Bahkan saya pernah menjadikan profil Zidane ini sebagai tugas makalah sekolah tentang sosok teladan :) 
(Ibu guru-nya mungkin geleng-geleng baca makalah saya)

Saat mengenal Zidane itulah saya juga berkenalan dengan Juventus, klub yang waktu itu menaungi Zidane. 
And I really thank to Zidane for this!
Jadi, bisa dibilang saya jadi Juventini sejak 1998 juga. Pertama kali menonton Juve lewat siaran liga Serie-A era RCTI (lupa pertandingan apa). Mulailah saya "akrab" dengan Lippi, Peruzzi, Montero, Ferrara, Pessotto, Conte, Davids, duo Inzaghi & Del Piero, dan kawan-kawan. 

Kalau ditanya alasan mengapa suka Juve, saya malah bingung jawabnya. 
I love Juve without any reason, just love. Love needs no reason, right? Hehehe.. 
Awalnya memang tertarik dengan Juventus karena Zidane, tapi makin lama saya makin mengenal Juve, saya merasa ada alasan yang lebih, yang sulit dijelaskan, yang membuat saya menjadi Juventini. Selain dari sisi taktik dan permainan di lapangan, saya dibuat terpesona dengan sejarahnya, grinta-nya, dan kepribadian pemain-pemainnya, semuanya tentang Juve. Terbukti, ketika Zidane pergi dari Juve (2001), hati saya tetap di Juve. Moment ini sekaligus pembuktian kata-kata Zidane, 

“Mencintai Juventus itu sulit, tapi sekali Anda mengenal Juventus anda akan menjadi Juventino selamanya.” 

Ah, Zidane ini tau aja deh.. ;P

Dan hidup saya sebagai epiejuve terus berlanjut sampai sekarang. #mendramatisasi

Nah, kalau berbicara tentang pemain favorit di Juventus, di antara 50 legenda Juve ditambah mantan pemain dan pemain-pemain Juve yang lainnya yang saya sukai, 3 besar pemain Juve favorit saya adalah...jreng jreng... *efek drum band*....


Ce Solo Un Capitano.. 
Alessandro Del Piero

Del Piero, kapten Juve selamanya untuk saya. 
Skill, semangat, kepemimpinan, ketulusan, kerendahan hati, jiwa sosial,  teladan di dalam & luar lapangan, kecintaan pada sepakbola dan keluarga, kesetiaan dan penghargaannya untuk Juventus dan Juventini, dan yang akhir-akhir ini baru saya sadari, saya suka tulisan-tulisan Del Piero di website pribadinya. Menurut saya dia berbakat menulis, entah mengapa tiap membaca tulisannya saya merasa terharu..kecuali saat surat perpisahan yang dia tulis, bukan terharu lagi, tapi banjir air mata. :'((((



The Czech Cannon
Pavel Nedved

Nedved, saya kagum dengan semangat grinta-nya, tendangan geledeknya, umpan-umpannya, family-man, rambutnya, staminanya (ingat cerita perjuangannya sebelum ikut dalam pesta perayaan Scudetto ke-30 Juve?), dan tentu kesetiaan pada La Vecchia Signora.

dan..

The Magician
Zinedine Zidane

Zidane, merupakan gabungan dari bakat alam, kerja keras, kejeniusan, dan keberuntungan, plus tambahan kepribadian yang bersahaja. Complete! Sukses di klub, tim nasional, ditambah dengan berbagai penghargaan pemain terbaik (Messi dan Ronaldo masih kalah jauh). 
Hebatnya lagi, Zidane menjadi legenda di 2 klub besar berbeda, Juventus dan Real Madrid . Pemain yang membuat saya menyukai sepakbola dan Juventus. 

Beruntungnya saya bisa melihat mereka beraksi, apalagi di masa kejayaan mereka.



ps: 
Kalau tahun depan Juve belum datang juga ke Indonesia, mungkin sudah saatnya saya yang ke Turin.
Harusnya tahun ini saya ke Turin tapi sayangnya visa direject.. *sigh*
Jadinya mimpi tertunda..tapi saya yakin suatu saat saya akan ke Turin! AMINNNN..

Sabtu, 22 September 2012

Sebuah Tugas. Sebuah Mimpi. Sebuah Cerita.

"Jangan pernah meremehkan mimpi sekecil apa pun. Sesungguhnya Tuhan Maha Mendengar." 
- A. Faudi -

2007..
Semester 1 kuliah.
Mata kuliah English 1.
Dosen Pak Rully Mangunsong.
Waktu itu kami mendapat tugas untuk melakukan presentasi dalam bahasa Inggris.
Bisikan "Sang Pemimpi" mendorong kami membuat presentasi mengenai liburan ke United Kingdom, Negeri-nya Pangeran William. Salah satu mimpi kami memang mengunjungi Inggris, silaturahmi ke Big Ben, Buckingham Palace, Westminster Abbey dan teman-temannya, serta yang terpenting buat Chermi, yang ngefans sama MU..menginjakkan kaki di Old Trafford, markas MU.
Alasan ngeles-nya biar semangat pas presentasi..siapa sih yang ga semangat menceritakan mimpinya? Hehehe..
Maka seperti inilah penampakan slide presentasi kami....

cover-nya..
Dan beberapa isinya...


Slide lengkap ada di sini


2012.
1 tahun setelah lulus kuliah..
4.5 tahun setelah kami mempresentasikan mimpi kami di depan kelas English 1..
Tuhan mengizinkan kami mewujudkan mimpi kami.
We went to United Kingdom! B-)
Dan berhasil mengunjungi sebagian besar tempat yang kami sebutkan di slide.
ceritanya mau bawa pulang Big Ben..mau dijadiin weker

suwon ke Kanjeng Ratu..

Wembley Stadium setelah match Inggris-Ukraina

Kekuatan mimpi, boi...
Tuhan sungguh memeluk tiap mimpi yang kau bisikan, kawan...
Tugas presentasi ini sekarang telah kami presentasikan dalam mozaik hidup kami..

Terima kasih Pak Rully sudah memberi kami tugas presentasi itu.. :)

Bukan tugas kuliah biasa. Tugas mengenai mimpi.
Mimpi yang telah terwujud, dan menjadi cerita untuk disebarkan.
Sebuah tugas. Sebuah mimpi. Sebuah cerita.
Eh, kayaknya yang benar:
Sebuah tugas. Sebuah mimpi. Banyak cerita.

Cerita-cerita selama perjalanan akan ada di post-post selanjutnya..
Coming soon!

Jadi makin semangat mengejar mimpi lainnya! Hehehe..

Sabtu, 18 Februari 2012

Beautiful in White - Shane Filan

This song is totally make me falling love...plus Shane's voice...
Definetely agree.. Every girl deserves this song...once in lifetime...
Enjoy it!


Come back!

parah juga saya.. ga jenguk blog berbulan2..
post-an terhenti di cerita jogja..jadi kangen jogja...
tiap kangen Jogja slalu muter lagu ini untuk mengobati rindu...


Lawas tapi berkelas! :D
Jogja day 2. Pagi.

Markicardegbupan.
Mari kita cari gudeg buat sarapan.
Di Jogja dan sekitarnya yang namanya gudeg ini memang untuk sajian khas untuk sarapan.
Maka jalanlah kami di sepanjang jalan Malioboro, mencari sepiring gudeg (ada tempat gudeg yang tenar, namanya Gudeg Kendil Yu Djum, di daerah Kaliurang, karena faktor waktu & lokasi, jadi cari gudegnya yang deket aja deh).

Ini adalah yang kami cari:
Gudeg, biasanya ditaruh di kendil.




Ini penampakan gudeg siap santap.
(bukan gudeg yang kami makan; hanya ilustrasi; gudeg kami tidak sempat difoto; #kelaparan)


Kenyang ber-gudeg ria (sebenernya saya gak ikut bergudeg ria, lagi rabu abuan), perjalanan dilanjutkan ke Prambanan & Ratu Boko.


Rute perjalanan ke Prambanan & Ratu Boko : naik transjogja ke halte Bandara Adi Sucipto, kemudian lanjut delman/jalan kaki ke Prambanan.
Di perjalanan menuju halte malioboro, kami bertemu ini...


Jalan Malioboro diblokir.
Mahasiswa Jogja demo, tapi tetap tertib. Jadi kami yang papasan dengan mereka tenang-tenang aja, malah sempet foto-fotoin mereka..







Tiba di halte transjogja. Haltenya lebih 'imut' daripada halte sodaranya transjakarta.

Bus TransJogja yang menuju Prambanan dari Malioboro adalah jalur 1 A.
Lebih lengkap mengenai rute Transjogja bisa dilihat di sini.



Suasana di dalam bus transjogja.









Calon model iklan transjogja.







Setelah perjalanan 45 menit, akhirnya tiba di Halte Bandara Adi Sucipto. Di sini kita udah dinanti tukang delman-tukang delman yang menawarkan jasa ke Prambanan. Sepakat 15rb sebagai ongkos, kami pun naik delman.. #np: Naik Delman diiringi semerbak bau kuda
Sampai di gerbang masuk Prambanan, kami melihat rombongan bule-bule dengan muka merah kepanasan bersiap naik delman. naik delman. bule naik delman. | *bangga* |
Delman itu khas Indonesia kan?
Jadi kalau di luar negeri hanya keluarga kerajaan yang bisa naik kereta kuda (macam Prince William & Kate), di Jogja rakyat jelata seperti kami pun bisa naik kereta kuda.. :p

Masuk ke area komplek Prambanan, langsung menuju loket untuk membeli tiket paket Prambanan & Ratu Boko.
Tiket masuk 30ribu rupiah/orang. Prambanan-Ratu Boko (diantar naik shuttle)

Kami memutuskan untuk ke Ratu Boko dulu. Perjalanan kira-kira 15menit. Kiri kanan kulihat sawah. Adem sekali, seadem lihat muka Dude. Ratu Boko ini letaknya di perbukitan, di dataran tinggi yang lebih tinggi dari kota Jogja.
Sampai di komplek Ratu Boko yang pertama dilihat adalah bangunan semacam bungalow, yang dipergunakan sebagai ruang tunggu, restoran, dan tempat melihat pemandangan kota Jogja (Prambanan kelihatan dari sini, dan dengan kesotoyan saya seperti melihat Borobudur dan Merapi juga dari sini).
Lanjut masuk ke Ratu Boko...

Ratu Boko atau Ratu Baka adalah sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan (bukan candi atau bangunan dengan sifat religius). Kalau zaman sekarang mungkin semacam komplek mewah gitu, karena adanya pintu gerbang yang besar, dengan dilengkapi tempat pertunjukkan, tempat pemandiannya, dll. 

Gerbang depan Ratu Boko ini sering dipakai tempat syuting iklan. Jadi tempat foto pre-wedding juga bagus. Tapi kami menemukan fungsi lainnya..yaitu sebagai tempat foto kalender...lengkap dengan background domba...tinggal ditambah tulisan nama bulan sama tanggal-tanggalnya.
Iri. Padahal saya yang ingin foto sama domba..tapi si domba kabur tiap disamperin

Walaupun yang dilihat hanya tumpukan-tumpukan batu sisa-sisa bangunannya, tapi saya senang dan kagum dengan tata letak dan bangunannya. d^.^b

Kalau mau ke sana, datangnya pas sunset pasti lebih keren, kayak ini nih..


Setelah puas foto-foto di Prambanan dan karena cuaca juga mulai mendung-mendung galau kami menyudahi kunjungan di Prambanan. Jalan lah kami keluar dari kompleks Prambanan. Begitu keluar pintu gerbangnya, eh hujannya dateng  keroyokan..pinter..  Sambil jalan, sambil cari-cari tempat berteduh..sambil cari-cari becak..untuk ke halte transjogja di Adi Sucipto. Tadinya kami sotoy mau jalan kaki ke dari prambanan ke halte transjogja, tapi yang bertahan dengan kesotoyan cuma saya dan chermi, yang lain naik becak setelah jalan kaki lebih dari separuh perjalanan.. Eh sampe di halte kita ngakak.. ternyata jarak dari tempat naik becak ke haltenya deket banget.. wkwkwk.. (untung saya sotoy..)
Sampe di halte malioboro kami langsung cari tempat makan dan berlabuh di warung soto yang nyempil di pinggir gang tapi rame.. kayaknya sih sotonya enak.. (saya gak makan—silakan tanya pada yang makan..)
Setelah tnaga terisi kami ke pasar Beringharjo..cari oleh-oleh… Di sini lah kami mempraktikkan ilmu ekonomi yang kami dapat di kampus à ilmu tawar menawar. Nawarnya kadang manusiawi, kadang afgan (sadis).. ya namanya kantong mahasiswa..harus dengan pengorbanan kecil dapat barang bagus..hehehe…
Macem-macem yang dijual di sini…kebanyakan batik..baju batik, clana batik, tas batik, sandal batik..macem-macem lah..silakan kunjungi sendiri.. 

Malamnya kami makan di alun-alun keraton, diantar temannya Chermi. Tempat makan di alun-alun ramai..ada macem-macem makanan yang dijual di sini, ada angkringan, bebek goreng, . Pilihan saya jatuh pada bakmi jawa. Ini pertama kalinya makan bakmi jawa..dan langsung doyan.. nyamnyam banget.. terima kasih kepada penemu bakmi jawa… dingin..makan bakmi jawa yang berkuah..dengan suasana jogja yang homey.. mantep! Bikin  kangen..bikin laper...

Jumat, 19 Agustus 2011

inside #Laskarakun 's room

lokasi: kamar penginapan.
isi: 5 manusia.
formasi: meta & andina di tempat tidur atas. sisanya di kasur bawah.

gambar ini menjadi bukti siapa yang berantakin kamar

judul awalnya 'backpacker' ke Jogja, tapi karena kamarnya pakai AC kata chermi jadi 'backpacker gak jelas' :D

AC inilah yang menyebabkan saya tidur nungging.

#tidurnungging adalah posisi tidur paling hangat ketika kamu tidur di ruang ber-AC dan tidak kebagian selimut. (epi, 2011)

to be continued to Jogja day 2...




Nangkring di Angkringan

Di Jogja, malam hari, dan lapar?

Pas banget nih buat nangkring di angkringan!
Tau kan angkringan? Semacam warung nasi dadakan yang muncul di malam hari, dengan menu utama nasi kucing (nasi dengan porsi 'kucing' alias sedikit), disertai lauk lainnya seperti sate usus, sate babat, ati ampela, sate telur puyuh, dan kawan-kawannya disertai minuman hangat.
Biar sah liburan di Jogja-nya, maka kami pun menjajal angkringan..sekalian menuruti perintah cacing di perut.

Dari penginapan kami di Malioboro, kami menuju kembali ke Stasiun Tugu. Di sana ada angkringan yang namanya tersohor, namanya Angkringan Le' Man. Begitu sampe ke TKP..rame euy..pelanggan sampai meluber ke trotoar jalan di seberang angkringan, duduk lesehan di tiker..ada pengamen yang keliling.. (#now playing Yogyakarta-Kla Project).

Untung kita dapat tempat. Langsung lah ada yang nge-tag tempat, ada yang mesen.
Nasi kucingnya ada 2 jenis, isi teri dan isi orak-arik tempe+bihun, harga 1500 rupiah. Kalau merasa lapar sekali silakan beli nasi kucing yang banyak (i did it). Lauknya pilih sendiri, sesuai selera, dan bisa minta dibakar biar tambah nyam nyam..

Angkringan samping stasiun Tugu. Tempatnya sederhana tapi makanannya enak. Jogja sekali.

Yang spesial adalah......
INI!

Kopi Joss alias kopi batu bara :)).
Kopi yang dicelupin arang panas. Begitu arangnya dicelupin ke kopi... cesssssss.. (kira-kira begitu bunyinya).
Mantap!
Gak percaya? Silakan coba sendiri.

*jadi kepikiran buat warung kopi joss..siapa tau bisa menyaingi starbak*


Akibat kalap makan banyak (nasi sih nasi kucing, tapi dimakan dengan porsi kuli; anak kota baru kenal nasi kucing), harus dinetralkan dengan...jalan-jalan... biar yang dimakan gak numpuk di perut.
Jadilah kami jalan-jalan menuju Tugu Jogjakarta, ikonnya kota Jogja a.k.a Monas-nya Jogja.
Jalan kaki (diselingi photo session) dari st. tugu ke tugu. Menikmati Jogja di malam hari.













Sampai di Tugu. Ramai juga. Banyak ABG foto-foto..dari yang cuma pake kamera hp sampai yang pake kamera DSLR lengkap dengan tripodnya.
Terpaksa kita ikutan... *alibi*
Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta berdiri, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi (wikipedia). Ada juga tradisi memeluk atau mencium tugu ini ketika lulus kuliah (<- info ini saya baru tau..tau gitu saya peluk Sang Tugu)

#Saran: tiap kota/daerah di Indonesia sebaiknya punya landmark-nya masing-masing. Selain sebagai identitas kota dan punya makna untuk kota tersebut, kan dapat juga digunakan sebagai daya tarik wisata.

Puas menikmati Jogja malam hari, kami pun kembali ke penginapan untuk istirahat.

to be continued..



On our way to....Jogjaaa!

destination: Jogjakarta
time: 8-10 March 2011
members: Andina, Chermi, Dini, Meta, Epie
Mission Completed!
Dini.Meta.Andina.Epie.. Chermi yang foto


Akhirnya #LaskarAkun lulus! Dan sebagai hadiah dari diri kami sendiri untuk diri kami sendiri juga, kami berlibur ke Jogjaaaa! *pake intonasi iklan*
Mengapa Jogja?
Entahlah. udah lupa. kalo ditelusuri lebih lanjut maka akan timbul beragam alasan: karena kebanyakan nonton ftv yg syuting di Jogja, karena ada kereta baru ekonomi AC (Bogowonto) yang murah meriah, ngidam bakpia, atau bisa juga karena ingin mencari mas-mas Jawa ~ciye~ #pencitraan

Jadilah kami menyusun rencana 'backpacker' ke Jogja.
Rencananya sebagai berikut..
  1. Dini, Chermi, Andina, dan saya: berangkat dari St. Jatinegara naik KA Eko AC Bogowonto (hanya 70ribu rupiah sodara-sodara..kereta baru jadi masih bersih), turun di Kutoarjo, kemudian lanjut perjalanan ke Jogja naik kereta Pramex (Prambanan Express).
  2. Meta: berangkat dari rumahnya di Cilacap ke Jogja. Berangkat duluan untuk booking penginapan.
dan kami akan bertemu di Jogjakarta.

Harus ada yang seru nih..biar berkesan.. Dan si 'seru' pun datang tanpa diundang..
Satu hari sebelum hari keberangkatan, ada berita: perjalanan kereta api dari arah Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) menuju Jakarta terganggu karena rel kereta terendam air di daerah Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah. Kereta-kereta pada telat..termasuk kereta Bogowonto kami.
~la la la.. gimana ini? tiket udah dibeli... hasrat berlibur sudah memuncak~

Akhirnya kami memutuskan tetap pada rencana semula. tidak ada perubahan. dan malam harinya, bersatu dalam doa agar keretanya gak telat parah. (kalo telat bisa buyar; jadwal liburan gak bisa diubah dan diundur karena tanggal 11 Maret-nya saya, chermi, dan dini harus harus ke kampus.
Marilah berdoa.

Pagi hari keberangkatan, kebetulan saya ke St. Jatinegara naik kereta dari St. Bekasi, dan waktu di St. Bekasi, saya denger suara halo-halo bapak stasiun berkata KA Bogowonto lewat, menuju St. Pasar Senen. Cihuy! Kereta ga telat. kereta ga telat. doa terkabul. Langsung kasi kabar gembira ini ke yang lain..

Dan kami pun berkumpul di St. Jatinegara..lengkap dengan tas dan bekal makan siang (#iritmodeon), menunggu kereta Bogowonto.
Jam 10 lewat si kereta yang ditunggu-tunggu datang juga. Langsung kami serbu, cari tempat duduk..dan ternyata tempat duduknya terpisah.. untung bapak ibu yang harusnya duduk di tempat salah dua dari tempat kami mau diajak tukeran tempat duduk (*berasa jaman SD, tuker tempat duduk*). Kami siap duduk manis 8 jam bersama Bogowonto menuju Kutoarjo...




Penampakan kereta Bogowonto yang masih baru.







8 jam men.. Silakan dibayangkan sendiri pegelnya. Tapi kalau lihat pemandangan selama perjalanan, dijamin pegelnya terobati, terutama buat anak kota yang jarang liat sawah dan gunung..menyegarkan mata.

Indonesia indah ya?

#Pengakuan: entah kenapa kalo liat sawah hijau kayak ini saya histeris, semacam anak ilang masuk desa.



Ngapain aja 8 jam di kereta? mantengin jendela liat pemandangan, baca buku, tidur, ngobrol, denger penumpang lain ngobrol (medhok semua), merhatiin petugas kereta apinya yang kata meta ganteng (~ciye meta~) dan..belajar motret..
Objek foto: botol Aqua 600 ml punya Dini Kamera: pinjem punya Chermi, yang baru dia beli Teknik foto: Fokus I (fokus tingkat dasar) Lokasi: perjalanan kereta Jakarta - Kutoarjo Cuaca: cerah berawan
Hasil belajar motret kilat di kereta. Boleh nih buat iklan Aqua. Tapi kaca keretanya mesti dibersihin dulu.

Menjelang sore, saat bosan dan lapar melanda, mata perut saya tertuju pada ibu-ibu penjual nasi pecel dan penjual pop mie yang masuk kereta waktu kereta berhenti (sayang ga kesampean beli). ~Andina, pop mie yuk!~

Di stasiun-stasiun akhir, yang katanya dekat dengan Kutoarjo, pertanyaan yang sering muncul adalah.."Ini udah dimana?" dan Dini akan menjawab.. "Ini Kebumen". Tiga kali kereta berhenti di stasiun berbeda, tiga kali nanya, dan jawaban Dini "....Kebumen" (Chermi ngancem mo kasi piring cantik kalo jawabannya Kebumen lagi)... disitulah baru tahu kalo daerah Kebumen itu panjangggg ya.. *atau kah efek pegel duduk di kereta?*

Sekitar jam 6 sore, akhirnya sampai juga di St. Kutoarjo..langsung celingak-celinguk cari kereta Pramex. Menurut info, jadwal Pramex terakhir jam 6. ngepas bgt kan tuh. Nanya orang dan dikasih petunjuk keretanya di mana, tapi harus beli karcis dulu. Si chermi langsung melesat keluar , cari loket tiket, ngantri dan beli tiket.. pokoknya gerakan cepat!
Intinya hari ini judul perjalanannya: Beruntung.
Tiket Pramex dapet, dan kami melanjutkan perjalanan ke Jogja.
(seraya sms-an sama Meta nanya kabar penginapan..dia lagi keliling Malioboro sama Brigit, saudaranya, mencari tempat untuk kami berteduh)

Pramex ini mirip kereta Jabodetabek gitu, tapi lebih bersih, gak ada pengemis, gak ada pengamen, ada penjual tapi elite-an dikit, ada gerbong khusus wanita-nya juga..
#barutau : kirain cuma kereta Jabodetabek aja yang ada gerbong khusus wanita.

kira-kira 1 jam kemudian...

Jeng jeng.. sampai di stasiun Tugu!!
Akhirnya. *sujud syukur*

#Pandanganpertama Stasiun Tugu ini bersih dan rapi. Petugas-petugasnya juga kooperatif. Sudah diatur sedemikian rupa untuk menyambut para turis Jogja. Patut dicontoh untuk daerah-daerah potensi wisata lainnya.

Langsung yang dicari adalah WC. Diberi petunjuk oleh petugas stasiun arah WC. Dan di depan WC, saya melihat...
......
......
billboard iklan Pengadaian Dude Herlino. banyak. berjejer.

semacam inilah billboard-nya.

galau deh.
Dude mengikuti sampai ke Jogja. Tapi kenapa harus di depan WC wanita letak billboard-nya? Ingin rasanya bertanya pada rumput tetangga.

Karena Chermi udah sewot saya cerita misteri billboard Dude di depan WC, kami cepat-cepat nanya petugas stasiun lagi di mana membeli tiket untuk pulang nanti. Rencana pulang tgl 10, malam hari, naik Bogowonto lagi dari Kutoarjo.
Setelah diberi petunjuk oleh petugas stasiunnya maka kami pun menuju tempat pemesanan tiket dan membeli tiket (takut kehabisan kalau beli pas hari H pulang).
Tiket pulang sudah aman.
Kami jalan keluar Stasiun Tugu.
Disamperin tukang-tukang becak di depan stasiun, ditawari naik becak ke penginapan, tawar menawar, dan naik becaklah kami ke penginapan. Meta & Brigit sudah menunggu.

Petualangan di Jogja dimulai..

to be continued...


Rabu, 17 Agustus 2011

Dirgahayu Negeriku!

Hari ini, 17 Agustus 2011, kita, seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, serta yang sedang berada di negeri orang, seluruhnya memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-66.

Yang unik di HUT RI tahun ini

Perayaan kemerdekaan di dunia nyata dan dunia maya.

Di dunia nyata dengan upacara bendera di istana negara, sekolah-sekolah, dan instansi pemerintah. Yang ikut upacara tidak hanya WNI, tapi juga WNA (seperti para dubes yang ikut upacara di istana negara), dan juga robot!


Untuk pertama kalinya di dunia, robot-robot melakukan upacara bendera untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-66 Republik Indonesia di Thamrin City, Jakarta Pusat (mungkin terinspirasi Transformer).


sumber: mediaindonesia.com

Selain upacara bendera, seperti biasa juga ada lomba-lomba 17an dan karnaval. Bule-bule juga ikutan loh lomba 17an di Pantai Sanur..

*Tadinya sempet mikir jangan-jangan lomba makan kerupuk tahun ini ditiadakan untuk menghormati yang puasa*

*kalau lihat gambar di atas, bangga gak sih jadi orang Indonesia? Bahkan bule ikut lomba makan kerupuk, lomba khas orang Indonesia :D *

Perayaan di dunia maya juga tidak kalah seru. HUT RI dirayakan dengan upacara digital, kerek bendera nasional (http://www.17an.org./), dan kicauan-kicauan yang membuat HAPPY BDAY INDONESIA menjadi trending topic world wide (orang Indonesia memang jago dalam hal ini).


Karena bukan anak sekolahan lagi, bukan pegawai negeri juga, dan tidak diundang untuk ikut upacara bendera di istana negara, maka saya ikut upacara digital dan (nonton) upacara di TV saja.

Dan menurut saya, amanat pembina-pembina upacara di upacara digital ini lebih inspiratif daripada pidato kenegaraan seseorang (you-know-who) :D

Silakan buktikan sendiri di http://www.id-optimis.org/upacara/

Pembina upacara nya banyak dan bisa dipilih, ada Pak Anies Baswedan, Andrew Darwis, Bepe20, dan lainnya.

#Penting : Amanat upacara dari pembina upacaranya dihayati dan (coba) dilaksanakan, karena tugas kita lah melunasi janji-janji kemerdekaan NKRI: memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sudah 66 tahun merdeka dari penjajahan (baca: penjajahan secara langsung dari bangsa asing); masih dijajah secara tidak langsung lewat impor barang, jasa dan hutang dari luar negeri dan pengerukan SDA (Freeport, Newmont); masih dijajah bangsa sendiri lewat korupsi tak berujung, pembohongan publik, dan dagelan politik absurd (yang kalau dibuat sinetron sudah melewati season 7, mengalahkan cinta fitri dan tersanjung) .

Maka kalau dilihat dari perspektif Mario Teguh alias orang yang berpikir positif, banyaknya masalah bangsa ini menjadi kesempatan untuk kita menjadikan diri berarti untuk negeri ini karena dapat mengabdi untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia sesuai dengan keahlian kita masing-masing.

Selamat berjuang, Pejuang-Pejuang Pengisi Kemerdekaan!



“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)


Ikut 17an



Setelah lama terlupakan..akhirnya saya berniat untuk mencoret-coret lagi di blog ini (*sujud syukur*), sebagai dampak dari hasrat ingin bercerita dan kurangnya 140 karakter mewakili uneg-uneg, crita-crita, dan ide-ide saya..

Jangan heran kalau isi coretan ini random..

Gapapa..namanya juga coretan... #alibi

Bahkan Naskah Proklamasi Kemerdekaan negara kita juga berasal dari coretan.

coretan naskah proklamasi tulisan tangan Bung Karno

Maka semoga sekedar coretan ini sedikit bermanfaat untuk yang membacanya.

Merdeka!





*hormat bendera*